Pada Selasa, 25 November 2025, wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang memang sudah diguyur hujan lebat selama beberapa hari sebelumnya mengalami bencana banjir bandang dan longsor yang dampaknya sangat besar.
Menurut laporan dari Pusdalops PB Sumut, sebanyak 1.902 kepala keluarga (KK) terdampak banjir ini. Proporsi paling besar terdampak berada di Kecamatan Kecamatan Kolang, dengan 1.261 KK di dua desa. Kecamatan-kecamatan lain yang juga terdampak termasuk Kecamatan Sarudik, Kecamatan Pandan, Kecamatan Barus, Kecamatan Lumut, dan Kecamatan Tukka. (Antara News)
Skala Kerusakan: Rumah, Akses, dan Korban Jiwa
Banjir ini bukan cuma merendam rumah dalam banyak kasus air tercatat bahkan mencapai atap rumah warga. Di bagian lain, material seperti kayu gelondongan terbawa arus dan ikut merusak pemukiman. Infrastruktur pun terdampak: akses jalan menuju wilayah terdampak sempat lumpuh, termasuk jalur utama antara Kecamatan Pandan dan kota Sibolga terendam. Sinyal telekomunikasi dan listrik pun dilaporkan terganggu di sejumlah area. (detikcom)
Menyedihkan, bencana ini juga menelan korban jiwa. Sebanyak empat orang satu keluarga ibu dan tiga anak dilaporkan tewas akibat longsor di Desa Desa Mardame, Kecamatan Kecamatan Sitahuis, Tapteng. (detikcom)
Penyebab & Kronologi
Banjir dan longsor ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang terjadi sejak sekitar 17 November 2025. Volume air dari hujan deras membuat sungai dan dasar tanah tak mampu menampung, sehingga meluap dan memicu longsor di kawasan pegunungan serta pantai barat Tapanuli Tengah. Banjir mulai terjadi sekitar 23 November 2025 dan terus memburuk hingga puncak peristiwa pada 25 November.
Respons & Bantuan
Menanggapi bencana ini, pemerintah setempat melalui BPBD Sumut bersama aparat terkait segera melakukan evakuasi dan pendataan korban serta dampak di lapangan.
Lebih lanjut, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) telah mengirim bantuan logistik dan personel untuk membantu warga terdampak.
Pentingnya Kesadaran dan Tanggap Darurat
Bencana ini menjadi pengingat penting tentang kerentanan kawasan pesisir dan pegunungan di Sumatera terhadap hujan ekstrem dan longsor terutama di musim hujan seperti sekarang. Dukungan bersama dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk:
- Menyelamatkan korban dan menyediakan tempat pengungsian
- Memberi bantuan kebutuhan mendesak (pangan, obat, kebersihan)
- Memulihkan akses jalan & layanan dasar (listrik, komunikasi)
- Menginventarisasi rumah rusak serta membantu rehabilitasi

