Buah Kepel atau buah Burahol adalah buah langka khas Jawa. Dulu putri keraton sangat menyukainya karna buah ini berkhasiat menjadi pengharum tubuh alami.
Nama latin: Stelechocarpus burahol
Nama lain: Burahol, Kecindul, Simpol
Status: Flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Kita kini semakin jarang menjumpai buah asli Jawa ini.
Ciri-Ciri Unik
- Pohon bisa tumbuh tinggi 10–25 meter dengan batang lurus yang berkayu sangat keras
- Keistimewaan utamanya: Bunga dan buah tumbuh langsung di batang atau dahan besar (fenomena kauliflory), bukan di ranting kecil
- Bentuk buah bulat agak lonjong seukuran kepalan tangan, kulit berwarna cokelat kekuningan saat matang
- Daging buah berwarna orange pekat, rasanya manis segar perpaduan mangga dan pepaya, beraroma khas harum bunga
Sejarah & Nilai Budaya
Dahulu Keraton Yogyakarta dan Surakarta menjadikan buah kepel tanaman yang sangat istimewa. Para putri keraton sering memakannya karena mereka percaya buah ini berfungsi sebagai parfum alami dari dalam tubuh. Dulu penguasa keraton melarang rakyat biasa memakan buah kepel hingga sekitar tahun 1970-an.
Khasiat Buah Kapel & Fakta Uniknya
- Pengharum tubuh alami: Setelah kamu memakannya, aroma khasnya akan keluar lewat keringat, napas, dan air seni. Tubuhmu akan tercium wangi seperti bunga segar, ujung jari dan telinga pun kadang berubah kemerahan secara alami.
- Kaya antioksidan: Mengandung flavonoid, vitamin C, dan serat yang baik untuk daya tahan tubuh
- Kesehatan: Melancarkan buang air kecil, menjaga ginjal. Kita sering memanfaatkan daunnya untuk membantu menurunkan kolesterol dan asam urat
- Secara tradisional, buah kepel juga memiliki sifat pengatur kesuburan alami yang istimewa.
Kenapa Jadi Langka?
- Membutuhkan waktu cukup lama untuk tumbuh besar dan mulai berbuah.
- Petani Jarang membudidayakan secara luas karena kurang diminati secara komersial
- Habitat aslinya semakin berkurang seiring perubahan penggunaan lahan
- Kini kita lebih banyak menemukan buah kepel di Kebun Raya, Kawasan Keraton, atau pekarangan rumah yang secara khusus melestarikan tanaman ini.
Buah kepel mengingatkan kita bahwa kekayaan alam Indonesia tak hanya soal rasa yang lezat, tetapi juga penuh nilai sejarah dan keajaiban yang akan sangat disayangkan jika sampai hilang. Mari kita jaga dan lestarikan kekayaan alam yang luar biasa ini.
